Utama
Profil
Artikel
Berita
Hikmah
Wawancara
Administrator
Kalender
< March 2010 >
S M T W T F S
28 1 2 3 4 5 6
7 8 9 10 11 12 13
14 15 16 17 18 19 20
21 22 23 24 25 26 27
28 29 30 31 1 2 3
Login Donatur
Pencarian
Jumlah Pengunjung
mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterToday6
mod_vvisit_counterYesterday12
mod_vvisit_counterThis week30
mod_vvisit_counterThis month75
mod_vvisit_counterAll9157
Utama
Sabar dan Musibah PDF Print E-mail
Written by taawun   
Monday, 09 November 2009

gempaSABAR. Adalah kata yang mudah diucapkan, tapi bagi sebagian besar orang, sangat sulit dilakukan. Apalagi sabar saat menerima cobaan atau musibah. Sifat sabar adalah sifat yang menjadikan para rasul dan orang-orang terdahulu berbeda martabatnya di sisi Allah SWT

Rasulullah, tiga hari sebelum wafat, beliau berwasiat,”Selalu berbaik sangkalah kalian kepada Allah yang Maha Agung” (HR. Bukhari). Sabda Rasul ini memiliki makna yang cukup dalam. Apalagi bila dihubungkan dengan persoalan kekinian. Di mana bangsa Indonesia secara beruntun menerima beberapa cobaan, mulai dari tsunami, gempa bumi, tanah longsor, kecelakaan kendaraan baik di darat, di laut dan udara, hingga sampai kepada persoalan penyakit yang tidak kunjung selesai.
Semua itu adalah cobaan, sebagaimana firman Allah, “Dan sungguh akan Kami berikan cobaan kepadamu, dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan. Dan berikanlah berita gembira kepada orang-orang yang sabar,” (QS Al-Baqarah : 155). Paling tidak nasihat kita kepada mereka yang tertimpa musibah adalah banyak-banyak bersabar.
Allah mengakui bersabar itu memang berat, tapi penuh berkah. Bila manusia meyakini bahwa suatu saat mereka akan kembali pada-Nya, maka bersabar terutama saat menerima musibah menjadi gampang dilaksanakan. Begitu pentingnya bersabar, Allah SWT menyebut kata ini sebagai hal yang utama, sama dengan shalat. Al-Quran surat Al-Baqarah ayat 45-46 menegaskan hal itu: Jadikanlah sabar dan shalat sebagai penolongmu. Dan sesungguhnya yang demikian itu sungguh berat, kecuali bagi orang-oarang yang khusyuk. Yaitu orang-orang yang meyakini bahwa mereka akan menemui Tuhan-Nya dan bahwa mereka akan kembali kepada-Nya.
Mereka yang kehilangan sesuatu dan bersabar, dijanjikan Allah dengan ganti yang lebih baik, bahkan terbaik. "Apa yang ada di sisimu akan lenyap, dan apa yang ada di sisi Allah adalah kekal. Dan Kami pasti memberi balasan kepada mereka yang bersabar, dengan ganjaran yang terbaik di atas apa yang mereka lakukan" (An-Nahl [16]: 96)
Islam mengajarkan kita ketika musibah datang maka selalu berucap “innalillahi wa inna ilahi rajiun”,  sesungguhnya kita datang dari Allah dan akan kembali kepada-Nya.
Terkadang memang kita sudah memahaminya tetapi dalam pelaksanaannya yang sulit, maka di sinilah diperlukan kesabaran yang tidak hanya diucapkan tetapi harus dimaknai dalam naluri kehidupan kita, bahwa segala kehidupan ini adalah milik Allah dan kita tidak punya apa-apa.
“Dan sesungguhnya Tuhanmu (pelindung) bagi orang-orang yang berhijrah sesudah menderita cobaan, kemudian mereka berjihad dan sabar; sesungguhnya Tuhanmu sesudah itu benar-benar Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.”(QS An-Nahl :110)

Last Updated ( Monday, 09 November 2009 )
 
Next >
Polls
MENGAPA ANDA MENGAKSES WEB KAMI?
 
Mengapa anda berzakat ke sebuah LAZ tertentu?
 
aksi_4