Utama
Profil
Artikel
Berita
Hikmah
Wawancara
Administrator
Login Donatur
Utama arrow Artikel arrow Investasi dan Penghematan Biaya
Investasi dan Penghematan Biaya PDF Print E-mail
Written by Umum   
Tuesday, 27 January 2009

Oleh : Drs. Devie, Ak. (Forum Leader Business Forum)

Seringkali pelaku bisnis dihadapkan pada pertanyaan “Berapa jumlah unit yang dijual agar perusahaan dapat menyelaraskan penerimaan dan pengeluaran kas (cash breakeven) dan juga dapat menyeimbangkan pendapatan dan beban (accounting breakeven)

Tetapi, mengetahui cash breakeven dan accounting breakeven tidaklah cukup apabila pelaku bisnis memasukkan unsur investasi dan biaya penggunaan dana. Artinya, pelaku bisnis seharusnya mengetahui berapa jumlah unit yang harus dijual agar dapat menutup biaya penggunaan dana atas investasi (financial breakeven). Tulisan kali ini akan mengulas bagaimana menentukan unit minimal agar dapat menutup biaya penggunaan dana atas investasi jangka panjang.

Misalkan Mareta Corp. Pelaku bisnis senantiasa menghadapi tawaran investasi yang bersifat jangka panjang, misalkan ada penawaran mesin dengan harga Rp. 100.000.000, kapasitas mesin tersebut 10.000 unit per tahun, umur ekonomis mesin (n) 5 tahun dan nilai sisa mesin tersebut setelah 5 tahun Rp. 20.000.000 dan nilai pasar setelah akhir umur ekonomis Rp. 25.000.000. Berdasarkan per­timbangan 1) bagian pemasaran, unit yang mampu diserap pasar sebesar 70% per tahun dari kapasitas mesin dengan harga Rp. 25.000 per unit. 2) ba­gian produksi menentukan be­sarnya biaya perawatan sebesar Rp. 1.­000.000 per tahun, bahan baku dan tenaga kerja Rp. 10.000 per unit, dan biaya overhead va­riabel Rp. 5.000 per unit, 3) bagian ke­uangan me­nentukan besarnya penam­bahan modal kerja sebesar Rp. 10.­00­0.­000 me­liputi pe­ningkatan per­se­diaan, piutang dan kas. Disamping itu, bagian keuangan me­nentukan biaya peng­gunaan dana (cost ­of capital) untuk membiayai mesin tersebut 20% per tahun, 4) bagian akuntansi menetukan metode penyusutan garis lurus dan tarif pajak penghasilan 30%.

Untuk menghitung berapa unit minimal agar mampu menutup semua beban dan biaya peng­gunaan dana dengan tahapan berikut ini : Tahap 1 : menghitung capital dan working capital spending yaitu sebesar Rp. 110.000.000 [100.000.000 + 10.­000.000]. Tahap 2 : menghitung nilai tunai capital dan working capital release yaitu sebesar Rp. 5,425,347.22 [{25.000.000 – 20.000.000 x (1-30%) x ( 1 + 20%)^-5} + { 10.000.000 x (1+20%)^-5}] Tahap 3 menghitung nilai tunai operating cash flow dengan rumusan [{(1-pajak) x (harga jual –biaya variabel) unit terjual – (biaya perawatan + penyusutan)} + penyusutan] x {(1 – (1+ biaya penggunaan dana) ^ -periode waktu} / biaya penggunaan dana } yaitu sebesar (Rp. 20.934,28 x unit) + 12.261.510 Tahap 4 : menghitung financial breakeven yaitu sebesar 4,852.52 unit. Hasil itu didapatkan dengan mempertemukan capital dan working capital spending – nilai tunai capital dan working capital spending – nilai tunai operasi sehingga menjadi nol. [atau (110.000.000 – 5,425,347.22 – {( 20,9934.28 x unit ) + 12.261.510}]

Dengan menjual 5,581.09 unit, Ma­reta dapat menutup semua biaya termasuk biaya penggunaan dana. Untuk dapat mem­pe­roleh nilai tam­bah eko­nomi (E­VA) se­ha­rusnya Mareta ha­rus mam­­pu men­­jual di atas 5,­5­81.­09 unit. Se­­ka­rang pe­laku bis­nis dapat mem­­per­ke­cil dan mem­­per­besar u­nit yang ha­rus dijual untuk meng­­hasilkan nilai tam­bah ekonomi de­ngan me­rubah be­be­rapa fak­tor diatas. Selamat men­coba!

Last Updated ( Tuesday, 27 January 2009 )
 
Next >
aksi_4