Utama
Profil
Artikel
Berita
Hikmah
Wawancara
Administrator
Login Donatur
Utama arrow Artikel arrow Cara Berinvestasi
Cara Berinvestasi PDF Print E-mail
Written by taawun   
Tuesday, 27 January 2009
Produk bank seperti tabungan dan deposito termasuk investasi pendapatan tetap yang konservatif, di mana return hasil investasinya rendah namun risikonya relatif rendah. Sayangnya masih harus dipotong pajak dan terancam inflasi sehingga kurang menarik.

Jika Anda ingin mendapatkan return yang lebih tinggi dari tabungan dan deposito, maka Anda harus berani berinvestasi di luar tabungan dan deposito, di mana risikonya lebih tinggi, namun return yang dijanjikan juga lebih tinggi.

 Namun, perlu Anda pahami bahwa produk investasi hanyalah alat atau kendaraan yang akan membawa Anda dari suatu tempat menuju tujuan investasinya. Pemilihan kendaraan investasi ini harus disesuaikan dengan:

1. Toleransi risiko dari investor:
Risk tolerance ini akan sangat penting nanti dalam kaitannya dengan investasi yang akan dilakukan, karena risk tolerance ini akan menjadi patokan sejauh mana investor bersedia menanggung risiko investasi. Faktor umur, pengetahuan tentang produk-produk investasi dan pengalaman dalam berinvestasi, biasanya mempengaruhi risk tolerance ini.

Ada 3 jenis profil risiko investor. Jika Anda tipe konservatif, maka tabungan dan depositi lebih cocok. Jika Anda ingin mendapatkan return yang lebih tinggi dari tabungan dan deposito, tetapi tidak mau kehilangan pokok investasi Anda, maka Anda termasuk tipe moderat--bisa dipertimbangkan untuk membeli Reksa Dana Pasar Uang, Reksa Dana Pendapatan Tetap juga obligasi. Nah, jika Anda termasuk tipe agresif, maka Reksa Dana Campuran, Reksa Dana Saham, produk pasar modal lainnya, dan properti, bisa menjadi bahan pertimbangan Anda.

2. Tujuan investasi dan jangka waktu investasi:
- Menetapkan tujuan investasi terlebih dahulu sangat penting sebelum Anda mulai berinvestasi. Sehingga jelas untuk apa, berapa target dana yang ingin dicapai dan kapan ingin terpenuhi target tersebut.

- semakin pendek jangka waktu investasinya, sebaiknya mengambil produk investasi yang lebih konservatif, agar dalam waktu dekat Anda tidak kehilangan pokok investasinya. Jika jangka waktu investasinya panjang, maka Anda bisa mempertimbangkan untuk mengambil produk investasi yang lebih beresiko. Diharapkan walaupun dalam jangka pendek return -nya fluktuatif, namun dalam jangka panjang bisa memberikan return lebih tinggi.

Berikut ini adalah contoh jika perusaahan yang Anda maksud dalam e-mail Anda, saat ini mempunyai dana menganggur Rp 1-2 Milyar, dan ingin berinvestasi. Bagaimana menetapkan tujuan investasi dan jangka waktunya:

Jenis Tujuan Jangka waktu Pencapaian Contoh Tujuan

* Tujuan Jangka Pendek kurang dari 1 tahun: dana darurat yang bisa
diambil sewaktu-waktu
* Tujuan Jangka Menengah 1-3 tahun: perusahaan ingin memiliki kantor
sendiri 3 tahun lagi. Dana yang dibutuhkan Rp 2,5 Milyar.
* Tujuan Jangka Panjang Lebih dari 3 tahun

 

Jika dana tersebut belum akan digunakan untuk tujuan apapun, tetapi bisa saja sewaktu-waktu ingin dipakai sehingga perusahaan tidak ingin kehilangan pokok investasinya (tetapi masih ingin mendapat untung walaupun kecil), maka deposito atau Reksa Dana Pasar Uang lebih cocok.

Sedangkan jika perusahaaan ingin mengumpulkan sejumlah dana sebesar Rp 2,5 milyar yang akan digunakan untuk membuka kantor sendiri dalam 3 tahun lagi, dan dana yang dimiliki saat ini adalah Rp 2 milyar, maka perusahaan tersebut harus mencari produk investasi yang bisa mengembangkan Rp 2 Milyar tadi menjadi Rp 2,5 milyar dalam 3 tahun mendatang. Tentunya agar tujuan keuangan memiliki kantor sendiri tercapai.

Nah, saran saya dalam berinvestasi, jalankanlah ke tiga langkah dibawah ini:

1. Pelajari sebanyak mungkin produk investasi yang ada saat ini. Begitu banyak produk investasi di pasaran yang bisa Anda gunakan untuk mencapai tujuan keuangan Anda, dari yang konvensional seperti tabungan dan deposito, sampai dengan reksa dana, valas, saham dan unit link. Saran saya, pelajari semuanya dan jangan terpaku dengan instrumen investasi yang Anda pegang ini. Dengan semakin banyak memahami aturan main aneka produk investasi, maka akan lebih memudahkan Anda untuk memilih beberapa diantaranya yang sesuai dengan kebutuhan Anda.

2. Sesuaikan investasi Anda dengan tujuan keuangan Anda. Dalam memilih produk investasi, sesuaikan dengan tujuan keuangan Anda. Misalkan tujuan keuangan Anda mengharuskan Anda untuk berinvestasi dengan tingkat bunga 15% setahun dalam jangka waktu 10 tahun, tentu tidak pas jika Anda memilih deposito yang saat ini hanya memberikan return sekitar 6% dan hanya cocok untuk jangka waktu pendek.

3. Sesuaikan investasi Anda dengan toleransi risiko Anda.

Last Updated ( Tuesday, 27 January 2009 )
 
< Prev
aksi_4